Inilah Saya
Sabtu, 30 Januari 2010
14 Kader PKS Tersambar Petir di Tasikmalaya
Minggu, 03 Januari 2010
Wakil Ketua DPR Marwoto Mitrohardjono Wafat

Kamis, 31 Desember 2009
Gerhana Bulan di awal Tahun 2010
Dua gerhana bakal terjadi pada Januari 2010. Setelah gerhana Bulan pada 1 Januari 2010 dinihari, gerhana Matahari terjadi 14 hari setelahnya. Fenomena ini bisa disaksikan masyarakat Indonesia di wilayah tertentu.Informasi ini disampaikan oleh peneliti utama astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin, Senin (28/12).
Gerhana ini akan terjadi hari Jum’at, 1 januari 2010 atau 16 muharram 1431, mulai pukul 01.53 WIB sampai 02.53 WIB. Gerhana bulan ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia, juga bisa dilihat di Asia, Eropa, Arab Saudi, Timur Tengah, Afrika dan Australia bagian barat.
Jadwal selengkapnya gerhana penumbra mulai jam 00:17 WIB. Gerhana bulan sebagian mulai jam 01:53 WIB. Puncak gerhana bulan sebagian jam 02:23 WIB. Akhir gerhana penumbra jam 04:28 WIB. Semua waktu dalam Waktu Indonesia Barat (WIB ). maks bulan dalam umbra bumi hanya 7 % .
Gerhana Matahari pada 15 Januari merupakan gerhana cincin (annular), namun di Indonesia yang tampak adalah gerhana sebagian (parsial). Akibatnya hanya kawasan tertentu di Indonesia saja yang bisa menyaksikannya.
“Gerhana cincin itu hanya melintas di Afrika bagian selatan, India, Thailand dan China. Di Indonesia, di Sumatera, Kalimantan, Jawa bagian barat dan tengah serta Sulawesi bagian utara,” ujarnya.
Gerhana Matahari ini terlihat pada sore hari. “Di Indonesia tergantung wilayahnya, baru ada sekitar pukul 3 - 4 sore. Di Indonesia Tengah sekitar pukul 4 hingga 5 sore,” terang Thomas.
Penampakan gerhana Matahari di masing-masing wilayah Indonesia juga berbeda-beda. Di Jawa penampakan hanya mencapai sekitar 10 persen, di Kalimantan sekitar 5-20 persen, di Sulawesi hanya 0-7 persen.
“Sumatera mencapai 10-60 persen, yang paling baik di Aceh sekitar 60 persen,” tutupnya.
Rabu, 30 Desember 2009
SK penetapan Cagub dan Cawagub PKS Kalsel
Zairullah Azhar di Damping Habib Aboe Bakar Al Habsy menerima SK penetapan Cagub dan Cawagub dari DPP PKS, yang langsung diserahkan oleh Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq (29/12).
Zairullah Azhar dan Habib Aboe Bakar, Berfoto bersama Presiden PKS, Luhtfi Hasan Ishaq setelah menerima SK dari DPP PKS.
sumber : pks-kalsel.or.id
Pesawat Jatuh di Ketapang


Belum tutup 2009, setelah berita Gusdur wafat, kemudian Fran Sena Wafat, Kali ini sebuah pesawat angkut pembawa pupuk milik PT Sinar Mas jatuh menimpa Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Agusdjam di Ketapang, Kalimantan Barat. Sebelum jatuh, pesawat sempat menabrak atap rumah sakit. “Benar ada pesawat jatuh pukul 08.30 WIB, tipe pesawatnya ZU 24,” kata Kapolres Ketapang AKBP Badia Wijaya, Kamis (31/12).
Menurut Badia pesawat sempat menabrak atap rumah sakit. Pesawat ini pun jatuh di halaman rumah sakit. Belum diketahui seberapa parah kerusakan yang terjadi akibat kecelakaan ini.
"Pesawat sempat beberapa kali berputar sebelum jatuh," kata Kumoro, warga setempat,pada detikcom melalui telepon, Kamis (31/12/2009).
Menurut Kumoro, api sempat terlihat berkobar di lokasi kejadian. Namun tidak lama kemudian berhasil dipadamkan oleh 3 unit mobil dinas pemadam kebakaran. Buih zat pemadam api yang digunakan petugas pemadam kebakaran tampak berserakan di lokasi kejadian. Sebelumnya buih itu diberitakan sebagai pupuk yang berserakan.
Sampai pukul 10.50 WIB, bangkai pesawat masih berada di lokasi kejadian. Ratusan warga berdatangan untuk melihat bangkai pesawat tersebut“Tadi pagi mau ke Pangkalan Bun membawa pupuk,” imbuhnya.
Sebelum jatuh, sebenarnya pesawat tersebut sudah memiliki tanda-tanda adanya kerusakan mesin. Karena itulah pesawat ini kemudian transit di Bandara Rahadi Usman Ketapang. Sejatinya pesawat ini akan melakukan perjalanan dari Pangkal Pinang menuju Pangkalan Bun untuk melakukan pemupukan lahan kelapa sawit.
Setelah mengalami perbaikan darurat, akhirnya pilot Sigit Yudhi Raharjo dan mekanik Titus Winarso memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pada Kamis (31/12/2009) pagi. Namun naas, pesawat itu kemudian jatuh di depan IGD RSUD Agoesdjam Ketapang.
Direktur PT Smart Kalimantan Barat, Bernard, membenarkan pesawat itu mengalami gangguan mesin sehingga harus menginap di Ketapang. Namun demikian, Bernard mengaku belum mendapat informasi detil mengenai kerusakan yang dialami pesawat tersebut.
"Pesawat menginap di Ketapang karena mengalami gangguan mesin. Tapi detil kerusakannya saya tidak tahu," ujar Bernard.
Dua orang tewas dalam insiden itu yaitu pilot bernama Sigit dan teknisi bernama Titut. Menurut Kapolres, pesawat juga menimpa mobil Avanza. Sementara, Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistianto saat dihubungi belum mengetahui peristiwa itu karena sedang berada di luar negeri.
sumber : detik.com
Bedah Buku Gurita Cikeas Ricuh
Diduga George Junus Pukul Anggota DPR dari DemokratBedah buku Membongkar Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro di kafe Doekoen Coffee, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kemarin, sempat diwarnai insiden.
George Junus yang terpancing oleh pernyataan Ramadhan Pohan secara spontan mengibaskan buku yang ada di tangannya ke arah anggota DPR dari Partai Demokrat itu.
Hadir pula beberapa pembicara lain seperti pengajar Fisip UI Kastorius Sinaga dan Boni Hargens, Sekjen HMI Nazier Siregar, Ketua Pemuda Katolik N Situmorang, politisi partai Gerindra Permadi, Koordinator Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuty, dan beberapa aktivis gerakan antikorupsi lainnya.
Persoalan itu berbuntut panjang. Ramadhan yang tidak terima langsung meninggalkan lokasi acara. Dia lantas mengadukan persoalan itu ke Polda Metro Jaya. Saat keluar dari ruangan kafe, Ramadhan menyatakan kalau dirinya telah dipukul George Junus. “Aku dipukul,” katanya, kepada wartawan yang mencegatnya.
Awalnya, acara tersebut berjalan normal. Meskipun saat itu di pinggir jalan yang berhadapan langsung dengan kafe, sekitar 50-an massa menggelar demonstrasi. Mereka membawa sejumlah pamflet yang mengecam George Junus dan buku karyanya.
Situasi mulai memanas saat Ramadhan Pohan mendapat kesempatan berbicara. Sebagai bagian dari kubu SBY, tentu saja Ramadhan berusaha memanfaatkannya untuk mengklarifikasi buku yang menyodok Partai Demokrat dan SBY.
Ramadhan mengatakan dirinya menghormati kebebasan berpendapat dan beropini. Namun, menurut Ramadhan, George Junus telah berhalusinasi melalui bukunya. Salah satunya mengenai posisi koran Jurnal Nasional (Jurnas) yang dipimpinnya.
“Seolah-olah ada dana century yang masuk ke Jurnas. Sampai sampai keluarga saya bertanya Ramadhan mengapa terlibat. Saya akan segera memutuskan langkah hukum kepada anda,” bebernya dengan nada tinggi. Tak hanya itu, Ramadhan lantas menyebut data yang disampaikan George Junus penuh dengan kebohongan.
Pernyataan Ramadhan inilah yang membuat emosi George Junus agak tersulut sampai berujung dengan insiden tersebut. Meski begitu, George Junus menolak bila dirinya disebut memukul Ramadhan Pohan.
“Saya hanya menepis agar dia berhenti bicara yang tidak benar. Jangan “jangan ini memang diskenario untuk memancing emosi saya. Sehingga bedah buku ini dialihkan isunya menjadi pemukulan terhadap anggota DPR. Saya nggak memukul,” kata George Junus seusai bedah buku.
Menurut dia, justru Ramadhan yang berhalusinasi dengan menuduh di dalam buku Membongkar Gurita Cikeas disebut dana century dialirkan ke Harian jurnas.
George Junus mengatakan dia tidak menulis seperti itu. Namun, Jurnas didirikan dengan bantuan dari Group Sampoerna. Faktanya, Boedi Sampoerna, pewaris Group Sampoerna merupakan nasabah terbesar Bank Century.
“Jurnas berdiri 2006, skandal Century mencuat 2008. Jurnas memang dapat dari Sampoerna bukan Century. Saya justru berpikir mungkin Ramadhan tahu sesuatu yang saya tidak tahu,” sindir George Junus.
Presidium Forum Kepemimpinan Pemuda Indonesia (FKPI) yang juga anggota Petisi 28, Haris Rusly Moti mengatakan, sebagai pelaksana, pihaknya sebenarnya tidak mengundang secara resmi Ramadhan Pohan. Sebagai perwakilan pihak SBY, panitia mengundang Andi Arief, mantan aktivis yang dirangkul SBY menjadi Staf Khusus Presiden Bidang bantuan Sosial dan Bencana. “Ramadhan datang mengatasnamakan pengganti Andi Arief,” katanya.
Tapi, kesempatan itu justru dimanfaatkan untuk menyampaikan pandangan provokatif yang memqancing emosi George Junus. Terhadap kejadian itu, Haris menyatakan bertanggungjawab penuh.
“Kami akan membentuk tim hukum beranggotakan 28 lawyer muda untuk membela pak George,” tandasnya. Juru bicara Rumah Perubahan Adhie Massardi meminta Polda bertindak profesional dalam kasus itu dengan tidak memaksakannya.
“Kami semua siap menjadi saksi. Saya yakin Polda lebih kredibel daripada bosnya yang ada di Mabes Polri,” katanya.
“Ramadhan itu ubur-ubur Cikeas yang sengaja dikirim untuk bikin gatel,” imbuh Adhie.
George Bantah Pemukulan
Di tengah-tengah acara pra-launching buku Membongkar Gurita Cikeas; Di Balik Skandal Bank Century di Doekoen Cafe, Pancoran, Jakarta, Selatan, kemarin (30/12), tiba-tiba terjadi keributan. George Junus Aditjondro (GJA) terlibat cek-cok dengan Pemimpin Redaksi harian Jurnal Nasional (Jurnas) yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan.
George sempat menamparkan buku ‘Gurita Cikeas’ yang terbungkus beberapa dokumen ke muka Ramadhan Pohan. Emosi George meluap lantaran Ramadhan terus menuding dosen doctor lulusan Cornel University itu berhalusinasi dengan menyebut harian Jurnal Nasional menerima aliran dana dari Bank Century. Sementara George menegaskan bahwa bukunya tidak menyebut Jurnas menerima dana dari Bank Century.
Saat peristiwa itu terjadi, mantan politisi PDIP yang kini berkiprah di Gerindra, Permadi, tengah memberi penilaian tentang isi buku Gurita Cikeas. Seperti biasa, Permadi selalu berapi-api setiap berbicara.
Hadir pula beberapa pembicara lain seperti pengajar Fisip UI Kastorius Sinaga dan Boni Hargens, Sekjen HMI Nazier Siregar, Ketua Pemuda Katolik N Situmorang, politisi partai Gerindra Permadi, Koordinator Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuty, dan beberapa aktivis gerakan antikorupsi lainnya.
Saat Permadi berapi-api berbicara, perhatian audiens yang hadir di ruangan yang tak seberapa luas itu justru tertuju ke cek-cok mulut antara George dan Ramdhan. Sementara di antara George dan Ramadhan, duduk pengamat politik Boni Hafrgens dan Kastorius Sinaga. Saat itu lah tangan kiri George yang memegang buku Gurita Cikeas dan beberapa dokumen menamparkannya ke muka Ramadhan Pohan. Jarak George dan Ramadhan yang terpisah oleh dua pembicara membuat ujung buku hanya menjangkau tipis muka Ramadhan Pohan.
Ujung kertas yang digenggap George, mengenai mata sebelah kanan Ramadhan Pohan. Sontak Ramadhan berdiri sambil berteriak kea rah George. “Kenapa memukul saya. Dia (George) memukul saya,” ujar Ramadhan. Haris Roesli sebagai pemandu acara sempat meminta Ramadhan duduk kembali. Namun, Ramadhan enggan menuruti permintaan moderator dan memilih meninggalkan ruangan.
Ramadhan meninggalkan ruangan dengan langkah cepat. Puluhan wartawan menguber dia untuk dimintai penjelasan. Namun dia malah mempercepat langkahnya, keluar dari kawasan ruko itu menuju jalan raya. Tiba di stasiun pompa bensin yang jaraknya puluhan meter dari kawasan ruko itu, barulah Ramadhan Pohan menghentikan langkahnya. Dia memberikan keterangan singkat kepada wartawan.
"Saya datang untuk menghargai demokrasi, menghargai perbedaan pendapat. Saya sampaikan keberatan saya kepada mereka, tapi tiba-tiba George memukul mata saya dengan buku," ujar Ramadhan dengan wajah tegang. Dalam acara itu, Ramadhan merupakan satu-satunya 'wakil' kubu Cikeas yang hadir. Haris Roesli, dari pihak panitia, sempat mengabarkan bahwa panitia sebenarnya menundang staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief. Aktifis 1998 yang juga menjadi Komisaris PT Pos itu sudah memberi konfirmasi untuk hadir. Hanya saja hingga acara kelar Andi Arief tak juga nongol.
Sebelumnya, Ramadhan Pohan saat diberi kesempatan bicara pada diskusi sebelum peluncuran buku mengawali mengaku sudah lama kenal dengan George, karena belasan tahun silam sama-sama terlibat aksi menentang rezim Orde Baru. Namun dalam kalimat-kalimat berikutnya, anggota DPR dari Fraksi Demokrat itu mulai menyerang George.
Ramadhan membantah keras isi buku 'Gurita Cikeas' yang antara lain menyebutkan harian Jurnal Nasional mendapat aliran dana dari Bank Century. Dengan lugas, George disebutnya lebih banyak berhalusinasi dalam menulis buku tersebut.
"Anda berhalusinasi seolah-olah ada dana talangan Century masuk ke Jurnas," cetus Ramadhan, yang juga mantan Pimpred Jurnas itu. Dia pun berkeluh, akibat isi buku yang seperti itu, anggota keluarganya bertanya apa benar dia terlibat ikut menikmati dana Century. Dalam selang waktu berikutnya, Ramadhan menyebutkan dengan tegas bahwa isi buku adalah bohong. Usai diskusi, George menilai, apa yang disampaikan 'kawan lamanya' itu merupakan bentuk provokasi. "Jangan-jangan ini sudah diskenariokan," ujarnya.
Mantan wartawan Jawa Pos itu mengaku tidak mengada-ada, lantaran kejadian itu bisa dilihat di rekaman. Selanjutnya, dia naik taksi, untuk melaporkan kejadian itu Polda Metro. Usai melapor ke Polda, Ramadhan melakukan visum di Rumah Sakit Aini, sebuah rumah sakit khusus mata di Jakarta. Kasus itu akhirnya ditangani Polres Jakarta Selatan.
Sementara George yang ditemui usai diskusi dan launching buku George mengaku tidak melakukan pemukulan terhadap politisi Partai Demokrat itu. Kepada wartawan yang mengerubutinya guna minta konfirmasi, George dengan tegas mengatakan buku yang dia pegang sama sekali tidak menyentuh wajah Ramadhan. "Tidak benar, saya tidak memukul dia. Bahkan buku yang saya pegang itu sama sekali tidak menyentuh wajah dia," cetus George.
sumber : Batampos.co.id
Frans Seda Wafat
Keterangan tentang meninggalnya Frans Seda, disampaikan oleh Alberto, kerabat dekat Frans Seda melalui televisi. Menurut Alberto, tak ada penyakit serius yang diderita oleh Frans. Penyakit jantung atau diabetes, tidak ada. Terakhir, kata Alberto, sehari lalu Frans Seda masih jalan-jalan seperti biasa. ''Pagi ini beliau tidak ada. Beliau meninggal dalam posisi tidur,'' kata Alberto.
Frans Seda lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, 4 Oktober 1926. Beliau meninggal pada usia 83 tahun. Beliau merupakan Menkeu di awal Orde Baru (1966-1968), ia juga pernah menjabat antara lain adalah Menteri Perkebunan dalam Kabinet Kerja IV (1963-1964) dan Menteri Perhubungan dan Pariwisata (1968-1973) dalam Kabinet Pembangunan I.