I made this widget at MyFlashFetish.com.

Mungkin Anda Perlu?

Inilah Saya

Foto saya
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Minggu, 13 Desember 2009

Sri Mulyani: Mau Bukti Apa Lagi?

VIVAnews - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan semua fakta situasi dan kondisi rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) pada 21 November 2008.

Untuk menjawab tudingan anggota Panitia Angket Bank Century, Bambang Soesatyo, Ani [nama akrabnya] mengizinkan wartawan untuk tur ke ruang rapat KKSK yang kontroversial itu.

Sri Mulyani, dalam tur, menjelaskan posisi duduk sejumlah pejabat yang hadir dalam rapat tersebut. Dia bahkan meniruposisi duduknya saat memimpin rapat konsultasi.

"Disamping kiri saya duduk Pak Boediono, di kanan saya ada Pak Marsilam Simanjuntak, Mulia P Nasution, Raden Pardede, Anggito Abimanyu dan yang jauh itu duduk Agus Martowardojo," ujar Sri Mulyani sembari menunjuk kursi tempat duduk Agus Martowardojo yang jaraknya cukup jauh dari posisinya.

"Mau bukti apa lagi?," kata Sri Mulyani kepada wartawan yang tengah memotret dirinya.

Dari tinjauan VIVAnews, ruang rapat besar Menkeu terletak di lantai III Departemen Keuangan. Ruangan tersebut cukup besar karena ditengah ruangan terdapat meja rapat berukuran oval berwarna cokelat. Lebih dari 25 kursi melingkari meja oval tersebut.

Di bagian atas ruangan ruang tersebut tampak juga foto-foto sejumlah pejabat di lingkungan Depkeu.

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris KSSK Raden Pardede mengaku Robert Tantular memang hadir pada saat Menkeu dan sejumlah pejabat menghadiri rapat konsultasi membahas Bank Century. Namun, Robert kala itu berada di ruang Mezanine atau salah satu ruangan di lantai dua gedung Depkeu.

"Robert hadir disini (Ruang Mezanine) bersama manajemen Bank Century. Kehadirannya untuk mengantisipasi langkah pengambilan keputusan oleh pemerintah," katanya.

Sabtu, 12 Desember 2009

Posko PKS kembali Berdiri Di Lokasi Bencana

Jakarta - Kebakaran di Tambora yang menyebabkan ratusan rumah hangus menyentuh hati warga sekitar dan partai politik (parpol). PDIP, PKS dan warga membuka posko bantuan bagi korban.

"Warga sekitar membuka posko sumbangan untuk menerima bantuan dari masyarakat," ujar Idris, staf perwakilan RT 08 Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (11/12/2009).

Menurut Idris, penyumbang di pokso yang dibuka mulai hari ini baru 8 orang. Sumbangan dari warga berupa indomie dan air mineral.

Pantauan detikcom, posko parpol yang berdiri hari ini yakni PDIP dan PKS. Ada juga posko bantuan dari PMI untuk dapur umum. Warga juga terlihat meratapi lokasi kebakaran dari dekat serta membersihkan puing-puing.

Idris menambahkan, kebakaran berasal dari salah satu rumah warga di RT 5. Kebakaran merembet ke RT 2 hingga RT 7 dengan jumlah KK 350 atau 1.958 jiwa. Korban dari warga tidak ada namun warga hanya tersisa puing-puing.
Tidak hanya masa kampanye, PKS terus berkiprah untuk masyarakat. Pekan ini, DPC PKS Tambora Jakarta Barat mendirikan posko bantuan menyusul kebakaran yang terjadi kemarin (10/12) di jembatan besi, Tambora, Jakarta Barat.

"Posko kami buka sejak semalam. Bantuan sudah masuk seperti Mie instan dan pakaian layak pakai", ujar Ujang Komarudin PJS DPC Tambora.

"Posko kami dijaga paling tidak dua orang dan dibuka 24 jam. kami juga menerima bantuan uang untuk disalurkan", tambahnya.

Posko bantuan rencananya akan dibuka hingga tanggal 20 Desember 2009. Di hari itu sekaligus sebagai puncak penyelenggaraan penyaluran bantuan.

Untuk program hariannya, posko memberi bantuan sarapan kepada korban dan makan malam. "makan siang sudah dicover sama PMI. Kami menangani yang belum tercover" jelas Ujang.

sumber : pk-sejahtera.org

Posisi Golkar di Pansus Angket Century Bukan Ancaman



Bandung - Perseteruan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Aburizal Bakrie dipastikan tidak akan mengganggu kinerja Pansus Angket Century dalam menyelesaikan kasus Bank Century. Anggota Tim 9 Chandra Tirta Wijaya menilai, ketegangan memperjelas posisi Golkar dalam menyelesaikan kasus, bukan menjadi ancaman.

"Nggak (Ganggu). Malah bagus, makin solid bagi Golkar dalam perseteruan ini. Yang tadinya Golkar kesana kemari sekarang jelas dia berpihak kepada kebenaran," kata Chandra seusai menghadiri undangan pertemuan dengan tokoh budaya Sunda, Di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Sabtu (12/12/2009).

"Jangan dikecilkan masalah ini (Century), yang tadinya dari bailout Century menjadi masalah seperti itu, yang normal-normal saja," sambungnya.

Di tempat sama, anggota DPR dari FPDIP Maruarar Sirait mengatakan, ketegangan yang terjadi antara Sri Mulyani dan Ical tidak akan menganggu kinerja timnya dalam penyelesaian kasus Century.

"Ini bukan masalah pribadi antara siapa pun. Kita tidak mau terjebak kepada persoalan itu. Rakyat sudah tidak membutuhkan persoalan pribadi," kata Ara, panggilan akrab Maruara Sirait.

"Bukan waktunya lagi kita menyalahkan dan menuduh pembunuhan karakter terhadap siapa pun. Tapi bagimana berpolitik yang substansif dan profesional serta santun," tandasnya.
(ahy/anw)

sumber : Andri Haryanto - detikNews

RS Omni Tak Ajukan Permintaan Maaf Resmi ke Prita


Jakarta - RS Omni Internasional mencabut gugatan perdata dan denda Rp 204 juta atas Prita Mulyasari. Tapi untuk minta maaf, pihak Omni tidak mengajukan secara resmi.

"Kami ingin win-win solution, kita membuka pintu damai. Ini masalah sensitif," kata kuasa hukum RS Omni Heribertus S Hatojo melalui telepon, Jumat (11/12/2009).

Saat ditanya apakah akan mengajukan secara resmi permintaan maaf, pihak RS Omni hanya memberikan jawaban membuka pintu damai dan akan saling memaafkan.

"Pokoknya kalau bertemu Ibu Prita kita akan menyodorkan tangan duluan," tambahnya.

Sebelumnya Depkes berinisiatif mendamaikan Prita dan RS Omni dengan mengajukan draf perdamaian. RS Omni sudah menyetujui draf damai tersebut. Namun kubu prita keberatan karena khawatir perdamaian masalah perdata itu justru bisa memberatkan hukuman dalam perkara pidana yang hingga kini masih disidangkan

Koin untuk Prita Terkumpul Enam Ton

Koin untuk Prita Terkumpul Enam Ton

Liputan6.com, Jakarta: Koin, koin, dan koin lagi. Berbagai elemen masyarakat, pelajar, guru, polisi, pegawai negeri sipil, wartawan, hingga pejabat di seluruh Indonesia terus mengumpulkan koin. Ini adalah "koin cinta" untuk Prita Mulyasari. Dukungan warga guna membantu ibu dua anak yang divonis harus membayar Rp 204 juta kepada Rumah Sakit Omni Internasional, Tangerang, Banten, itu terus mengalir.

Hingga Jumat (11/12), total koin yang telah terkumpul di Posko Peduli Prita di Komplek PWR, Jalan Margasatwa, Jatipadang, Pasarminggu, Jakarta Selatan, lebih dari Rp 151 juta. Uang tersebut dalam bentuk koin pecahan Rp 100, Rp 500, dan Rp 1.000. Jika ditimbang, beratnya mencapai hampir enam ton.

Besarnya dukungan terhadap Prita, menurut sosiolog Imam Prasodjo sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap sistem hukum yang tidak berpihak pada rakyat kecil [baca: Sudah Terkumpul Dua Ton Koin]. Selengkapnya simak video berikut.(BOG/ANS)

Pansus Temukan Rekaman Sri Mulyani dengan Robert Tantular


Pansus Temukan Rekaman Sri Mulyani dengan Robert Tantular

Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century menemukan rekaman pembicaraan antara Menkeu Sri Mulyani dengan pemegang saham Bank Century Robert Tantular.

"Kami menemukan fakta ada pembicaraan antara Menkeu Sri Mulyani dengan Robert Tantular dalam rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) tanggal 21 November 2008," kata anggota Pansus Bambang Susatyo dalam rapat Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/12/2009).

Bambang menjelaskan isi pembicaraan itu Sri Mulyani menyatakan akan mengadakan rapat tertutup untuk memutus nasib Bank Century.

Berikut petikan isi rekaman pembicaraan yang ditirukan Bambang:

Sri: Robert kita akan rapat tertutup ya Robert.

Robert: Ya sudah OK. Tidak apa-apa rapat tertutup. Yang penting kan ada kesimpulan mengakhiri pasalnya keadaan krisis sekarang.

Rekaman Sri-Miranda

Bambang mengaku kalau dirinya memegang rekaman itu. Bahkan ada juga pembicaraan antara Sri Mulyani dengan Miranda Gultom.

"Sampai sekarang masih ditranskrip. Kalau diperbolehkan akan dibuka dalam rapat Pansus. Rekaman ini bukan rekaman sembunyi-sembunyi," jelasnya.

Hingga kini rekaman itu belum dibuka. Bambang meminta agar Miranda, Robert, dan Sri Mulyani dihadirkan dalam rapat Pansus.

"Miranda sepertinya memegang peranan penting dalam rapat KSSK penentuan bailout Century," imbuhnya.

Kamis, 01 Oktober 2009

FAKTA GEMPA PADANG dan ALQURAN (BIKIN MERINDING!)

Gan setelah kemarin terjadi gempa menggenaskan di sumatra barat dan sekitarnya,, ane merasa berduka cita

tetapi setelah mengetahui suatu ayat di Al-Quran (Ane muslim) ane makin merinding gan....

kan kejadiannya jam 17.16 wib yahh.. coba deh buka Alquran surat 17 ayat 16, yakni Al-Isra ayat 16

Terjemahannya:
"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya."

trus kan ada gempa susulan jam 17.38, coba aja liat Al-Isra surat 38

Terjemahannya
"Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu."

tambahan gan kalo di jambi gempanya jam 8.52 wib, nah isi dari surat al-Anfal ayah 52 (QS 8:52) yakni

"(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firaun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya."

Bagaimana menurut agan-agan skalian?? makin merinding kan bacanyaaa. mungkin ini pertanda dari Allah

Allah tried to remind us.......... Subhanallah
semoga dengan pertanda ini kita menjadi muslim yang lebih baik.. aminn

*disini saya cuman sekedar share yah, g bermaksud menyesatkan kok, lagian ini langsung terjemahan dr Al-Quran yg tidak saya rekayasa, pemahaman orang kan berbeda, kalo saya ambil hikmahnya aja buat lebih mawas diri*

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2509279